Wahai akhi,,
Berdosakah
jika aku menyimpan rasa untukmu. Kuberharap tidak. Aku sama seperti akhwat
lainnya, yang juga bisa jatuh cinta meski tidak mengenal pacaran. Sosokmu
memesonaku dan mungkin juga memesona banyak akhwat lainnya disekitarmu. Seperti
yang aku tahu dan aku lihat disekitarmu banyak sekali yang katanya “nge`fans”
sama kamu.
Kumelihat perbedaan antara kamu dengan ikhwan lainnya. Dulu ketika
pertama kali aku mengenal siapa itu ikhwan, aku pikir sudah tidak bisa kujumpai
ikhwan sepertimu lagi saat ini. Yang tetap menjaga iman dan tetap mencintai
allah, tapi tidak menutup diri untuk bergaul dengan siapa saja.
Aku ini
hanya akhwat biasa yang berusaha menjadi solehah. Apakah cinta ini ujian untuk
imanku yang baru aku bangun dan masih sangat lemah saat ini. Baru saja aku
pelajari ternyata dalam agamaku pacaran itu tidak diperkenankan. Saat ini aku berusaha untuk menaati itu. Alhamdulillah selama
Sembilan belas tahun ini aku belum pernah merasakan pacaran. Dan semoga I will get dating after married. Mungkinkah ini karena Allah
menyayangiku. Sebelum aku berhijrah dan memutuskan untuk istiqamah di
jalan-Nya, aku sempat hampir tergoda dengan cinta yang tidak seperti
aturan-Nya. Tapi entah mengapa Allah selalu melindungiku dan menjauhkan aku
dari semua itu. Allah tahu apa yang terbaik untukku.
Saat ini
entah mengapa Allah memberikan rasa cinta ini dihatiku. Ini naluriah dan
merupakan anugerah-Nya yang harus aku syukuri. Ada yang bilang jika mencintai
seseorang dan dia belum halal untukmu maka cintailah dia dalam diammu.
Berdoalah kepada Allah agar menjadikan dia imam / makmummu di dunia ini. Akupun
berusaha seperti itu begitu berharap dalam doaku agar Allah memilihmu untuk
menjadi imamku nanti. Aku hanya akan mencintaimu dengan diam. Berusaha menguatkan
hati jika kenyataan tidak seperti harapanku. Karena aku tidak tahu siapa yang
akan kamu pilih untuk menjadi makmummu nanti. Yang akan melayanimu sepenuh
hati. Yang akan dengan senang hati mematuhi semua perintahmu.
Wahai akhi...
Jika malu itu tidak ada
padaku pasti aku sudah mengatakan ini semua padamu. Aku mencintaimu ya akhi..
entah mengapa aku begitu berharap sekali untuk bisa menjadi makmummu. Setiap
hari selalu ada kamu di dalam fikiranku. Aku ingin mengatakan isi hatiku ini. Sudah
hampir satu tahun cinta ini ada di dalam hatiku. Sejak akhir semester itu ia
bersemayam di sana. Saat pertama kali kamu mulai mengenalku dan berani bercanda
denganku. Maaf jika mungkin aku salah mengartikan sikapmu itu.
.jpg)