Selasa, 14 Februari 2012

Maaf ku mencintaimu


Wahai akhi,,
Berdosakah jika aku menyimpan rasa untukmu. Kuberharap tidak. Aku sama seperti akhwat lainnya, yang juga bisa jatuh cinta meski tidak mengenal pacaran. Sosokmu memesonaku dan mungkin juga memesona banyak akhwat lainnya disekitarmu. Seperti yang aku tahu dan aku lihat disekitarmu banyak sekali yang katanya “nge`fans” sama kamu.
Kumelihat perbedaan antara kamu dengan ikhwan lainnya. Dulu ketika pertama kali aku mengenal siapa itu ikhwan, aku pikir sudah tidak bisa kujumpai ikhwan sepertimu lagi saat ini. Yang tetap menjaga iman dan tetap mencintai allah, tapi tidak menutup diri untuk bergaul dengan siapa saja.
Aku ini hanya akhwat biasa yang berusaha menjadi solehah. Apakah cinta ini ujian untuk imanku yang baru aku bangun dan masih sangat lemah saat ini. Baru saja aku pelajari ternyata dalam agamaku pacaran itu tidak diperkenankan. Saat ini aku berusaha untuk menaati itu. Alhamdulillah selama Sembilan belas tahun ini aku belum pernah merasakan pacaran. Dan semoga  I will get dating after married. Mungkinkah ini karena Allah menyayangiku. Sebelum aku berhijrah dan memutuskan untuk istiqamah di jalan-Nya, aku sempat hampir tergoda dengan cinta yang tidak seperti aturan-Nya. Tapi entah mengapa Allah selalu melindungiku dan menjauhkan aku dari semua itu. Allah tahu apa yang terbaik untukku.
Saat ini entah mengapa Allah memberikan rasa cinta ini dihatiku. Ini naluriah dan merupakan anugerah-Nya yang harus aku syukuri. Ada yang bilang jika mencintai seseorang dan dia belum halal untukmu maka cintailah dia dalam diammu. Berdoalah kepada Allah agar menjadikan dia imam / makmummu di dunia ini. Akupun berusaha seperti itu begitu berharap dalam doaku agar Allah memilihmu untuk menjadi imamku nanti. Aku hanya akan mencintaimu dengan diam. Berusaha menguatkan hati jika kenyataan tidak seperti harapanku. Karena aku tidak tahu siapa yang akan kamu pilih untuk menjadi makmummu nanti. Yang akan melayanimu sepenuh hati. Yang akan dengan senang hati mematuhi semua perintahmu.

Wahai akhi...
Jika malu itu tidak ada padaku pasti aku sudah mengatakan ini semua padamu. Aku mencintaimu ya akhi.. entah mengapa aku begitu berharap sekali untuk bisa menjadi makmummu. Setiap hari selalu ada kamu di dalam fikiranku. Aku ingin mengatakan isi hatiku ini. Sudah hampir satu tahun cinta ini ada di dalam hatiku. Sejak akhir semester itu ia bersemayam di sana. Saat pertama kali kamu mulai mengenalku dan berani bercanda denganku. Maaf jika mungkin aku salah mengartikan sikapmu itu. 


Wahai akhi aku mencintaimu karena allah dan agamamu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.